Waffle Klasik
Wafel bertepi renyah dan selembut awan dengan alur keemasan yang dalam sehingga menahan sirup di setiap kantongnya, dibangun di atas adonan buttermilk yang manisnya ringan dan sedikit mentega leleh untuk kerenyahan yang mengilap. Putih telur yang dikocok dan dilipat masuk di akhir memberi daya angkat yang membedakan wafel rumahan yang hebat dari kekecewaan padat ala kedai.
Kocok bahan kering, lalu aduk masuk buttermilk, kuning telur, mentega leleh, dan vanila sampai baru tercampur. Kocok putih telur sampai soft peak dan lipat masuk untuk daya angkat, lalu istirahatkan adonan 10 menit agar gluten mengendur dan pengembang aktif. Tuang di atas cetakan wafel yang sudah dipanaskan penuh dan masak sampai uapnya melambat dan wafel berwarna keemasan pekat serta renyah, 4 sampai 5 menit per wafel.
- Pisahkan telur dan lipat masuk putih telur kocok untuk wafel yang tinggi mengembang dan renyah, bukan yang padat.
- Istirahatkan adonan 10 menit dan biarkan bergerindil; mengaduk berlebihan membangun gluten dan membuatnya keras.
- Masak sampai uap nyaris berhenti dan simpan wafel matang di rak oven 200°F/95°C agar tetap renyah.
Equipment
- Cetakan wafel
- Dua mangkuk pengaduk
- Kocokan (whisk)
- Mixer tangan atau kocokan balon
- Gayung atau gelas takar
- Rak kawat
Bahan
Kering
- 240 g Tepung terigu serbaguna, disendok dan diratakan
- 25 g Gula pasir
- Baking powder
- Baking soda
- Garam laut halus
Basah
- 480 ml Buttermilk, dikocok baik, suhu ruang
- Telur besar, dipisahkan, kuning dan putih di mangkuk terpisah
- 85 g Mentega tawar, dilelehkan dan agak didinginkan
- Ekstrak vanila murni
Cara membuat
- LANGKAH01
Panaskan cetakan wafel pada setelan sedang-tinggi dan biarkan mencapai suhu penuh; cetakan yang dingin atau kurang panas adalah penyebab nomor satu wafel pucat dan lembek. Kalau mesin Anda punya lampu tanda siap, tunggu sampai menyala. Letakkan rak kawat di atas loyang dalam oven 200°F/95°C untuk menyimpan wafel yang sudah matang.
- LANGKAH02
Dalam mangkuk besar, kocok bersama tepung, gula, baking powder, baking soda, dan garam sampai tercampur rata tanpa guratan baking soda. Mengocok di sini sekaligus berfungsi sebagai mengayak dan menyebarkan pengembang agar setiap wafel mengembang sama.
- LANGKAH03
Dalam mangkuk kedua, kocok kuning telur, buttermilk, mentega leleh, dan vanila sampai halus. Pastikan menteganya hanya hangat, bukan panas, agar tidak mematangkan kuning telur atau membeku saat bertemu buttermilk dingin. Buttermilk suhu ruang menjaga mentega tidak menggumpal.
- LANGKAH04
Dengan pengocok bersih atau kocokan balon, kocok putih telur sampai soft peak yang mengembang dan baru bisa mempertahankan bentuknya, sekitar 2 menit. Inilah langkah yang paling sering dilewatkan koki rumahan dan yang menghasilkan remah yang ringan dan berongga di bawah cangkang renyah.
- LANGKAH05
Tuang campuran basah ke dalam campuran kering dan aduk dengan spatula sampai tidak ada lagi tepung kering; adonan harus terlihat tebal dan bergerindil. Lipat masuk putih telur kocok dengan lembut dalam dua tahap, berhenti saat masih ada beberapa guratan putih. Jangan mengaduk berlebihan atau Anda akan mengeluarkan udaranya dan membangun gluten yang keras.
- LANGKAH06
Diamkan adonan selama 10 menit. Tepung menyerap cairan, gluten mengendur, dan baking powder mulai bekerja lebih awal, memberi Anda wafel yang lebih tinggi dan lebih lembut. Jangan diaduk lagi setelah diistirahatkan.
- LANGKAH07
Olesi cetakan tipis-tipis kalau tidak anti lengket. Tuang adonan ke bagian tengah, secukupnya untuk menutupi sekitar tiga perempat kisi, lalu tutup penutupnya. Masak 4 sampai 5 menit, sampai uap melambat tinggal seuntai dan wafel berwarna keemasan pekat serta renyah. Tahan diri untuk tidak membuka lebih awal, karena akan merobek wafel.
- LANGKAH08
Pindahkan tiap wafel langsung ke rak kawat dalam oven hangat, dalam satu lapisan, jangan ditumpuk (menumpuk menjebak uap dan membuatnya lembek). Ulangi dengan sisa adonan, lalu sajikan panas dengan mentega dan sirup maple hangat.
Make ahead
Dinginkan wafel sepenuhnya di atas rak, lalu bekukan dalam satu lapisan di loyang sebelum dipindahkan ke kantong zip hingga 2 bulan. Panggang di toaster langsung dari beku, tanpa perlu dicairkan, untuk sarapan hari kerja. Adonan paling enak dimasak segar, tapi Anda bisa mengocok campuran keringnya dan menyimpannya kedap udara hingga 1 bulan.
Storage
Simpan wafel yang sudah dingin dalam wadah kedap udara di kulkas hingga 3 hari. Panaskan ulang langsung di pemanggang roti (toaster) atau oven 375°F/190°C selama 4 sampai 5 menit untuk mengembalikan tepi renyahnya; microwave akan membuatnya kenyal seperti karet.
Variations
Pengganti tanpa buttermilk
Tidak ada buttermilk? Aduk 1 sendok makan air perasan lemon atau cuka putih ke dalam 2 cup susu biasa dan diamkan 5 menit sampai menggumpal, lalu gunakan sesuai petunjuk. Keasamannya itulah yang mengaktifkan baking soda untuk daya angkat dan kecokelatan.
Wafel jagung renyah
Ganti 60 g (1/2 cup) tepung dengan tepung jagung kuning halus untuk kerenyahan ekstra dan rasa manis yang halus. Cocok dengan ayam goreng atau topping gurih.
Wafel chocolate chip
Lipat 100 g (2/3 cup) mini chocolate chip ke dalam adonan jadi tepat sebelum dimasak. Taburkan beberapa tambahan ke tiap wafel saat menuang untuk camilan yang disukai anak-anak.
Serve with
Nutrition per serving
Nutrition values are estimates based on the metric measurements. Adjust as needed.
Pertanyaan umum
Kenapa wafel saya lembek, bukannya renyah?
Tiga biang keladi yang biasa: cetakan yang belum dipanaskan penuh, membuka penutup terlalu dini, dan menumpuk wafel jadi sehingga saling mengukus jadi lembek. Solusinya dalam resep wafel ini adalah menunggu lampu tanda siap, memasak sampai uap nyaris berhenti, dan menyimpan wafel dalam satu lapisan di atas rak kawat dalam oven 200°F/95°C.
Bisakah membuat resep wafel ini tanpa buttermilk?
Bisa. Aduk 1 sendok makan air perasan lemon atau cuka putih ke dalam 2 cup susu biasa dan diamkan 5 menit sampai sedikit mengental, lalu gunakan persis seperti buttermilk. Asamnya itulah yang bereaksi dengan baking soda untuk memberi daya angkat dan warna keemasan.
Apa bedanya wafel Belgia dan wafel klasik?
Wafel Belgia memakai cetakan yang lebih dalam dengan kantong yang lebih besar dan sering ragi atau putih telur kocok untuk daya angkat ekstra, menghasilkan tekstur yang tebal dan berongga. Wafel klasik ini bekerja di cetakan standar maupun Belgia; melipat masuk putih telur kocok memberi Anda bagian dalam yang ringan dengan bagian luar yang renyah di mesin mana pun.
Kenapa telurnya harus dipisahkan?
Mengocok putih telur secara terpisah dan melipatnya masuk memasukkan udara ke adonan, sehingga wafel mengembang tinggi dan lembut dengan cangkang renyah alih-alih padat dan seperti kue bantat. Kalau kekurangan waktu, Anda bisa mengocok telur utuh saja, tapi Anda kehilangan sebagian daya angkat khasnya.
Bisakah membuat adonan jauh-jauh hari?
Paling baik dimasak dalam sekitar 30 menit, karena pengembang dan putih telur kocok mulai kempis. Untuk persiapan makan, masak wafel sampai jadi, bekukan dalam keadaan datar, dan panggang di toaster langsung dari beku; wafel akan renyah dengan indah dan terasa jauh lebih enak daripada adonan sisa kemarin.
Cooked this? Rate it.
Real ratings from real cooks. We only show a score once enough of you have weighed in — no fabricated stars.